Mager yang kelamaan.
Jadi sakit juga. Betul gitu. Makanya ini yang disebut dengan energi daya.
Oh. Maka pada saat kita kekurangan.
Energi daya ini kan sering disebut dengan tidak berdaya kan.
Iya. Nggih. Betul. Jadi lemas dan sebagainya kan gitu ya.
Nah ini yang pertama nih energinya.
Makanya kalau ada orang yang sakit ya datang ke saya.
Mau minta healing gitu. Saya lihat dulu nih.
Kalau misalnya.
Ternyata.
Masalahnya itu adalah.
Pada energi ini, maka energi ini yang saya.
Olah dan saya sarankan untuk dikelola kembali.
Kalau seorang wanita punya rasa dendam yang kuat terhadap seseorang.
Sering tuh kalau wanita lebih pendam ya dan terjadi penyesalan yang mendalam gih.
Maka.
Kenalah paling ini.
Ee serviknya yang kena. Oh, di organ reproduksinya.
Iya, di situ yang kena dong.
Gitu.
Nah, yang terakhir itu adalah.
Flight syndrome.
Flight. Flight dari paha nih ke bawah nih.
Oke. Ingin lari dari kenyataan tapi enggak bisa.
Oke. Gitu. Maka yang kena itu kaki.
Kalau kita melibatkan.
Emosi apalagi ego, enggak bisa. Oh, yang mengalir itu adalah ego kita.
Oke. Bukan energinya samalah. Oke.
Gitu. Karena.
Dasar dari pelaksanaan.
Sambala ini.
Itu adalah unconditional love. Kalau kalau usus kita itu bersih, nggih ya,.
Akhirnya energi yang diserap oleh darah yang dikirim ke hati dan pada akhirnya ke seluruh bagian tubuh itu kan bersih.
Betul gitu.
Karena penyakit secara fisik lebih mudah datang.
Salah satunya itu karena.
Usus kita itu kotor. Kotor.
Ya. darah kita itu kotor.
Salah satunya dengan puasa.
Nah, di samping itu puasa itu juga adalah.
Untuk.
Menghaluskan.
Energi kita.
Halo sahabat Ngaji Roso, berjumpa lagi bersama saya Deni Darko yang kebetulan di sini.
Sementara ini menjadi host dan.
Ikut belajar bersama figur-figur yang diundang.
Di channel spesial yang Anda ikuti ini.
Dan kali ini.
Saat yang luar biasa untuk belajar sesuatu yang baru.
Dari.
Sahabat yang sebenarnya pernah berjumpa ya dulu tapi akhirnya diperjumakan lagi hari ini.
Pak Made Swenten.
Apa kabar, Pak? Mas Deni apa kabar?
Senang sekali saya bisa berjumpa kembali.
Iya. Iya.
Katanya baru pindah ya dari Tabanan ya.
Iya. Saya baru pindah 6 bulan yang lalu.
Oh gitu. Karena ya ee saya ngikut ee anak saya yang perempuan.
Jadi.
Cucu saya tidak ada yang care.
Makanya saya ngikut ke mereka. Oh iya iya.
Sebenarnya ini seorang kakek yang.
Sangat-sangat enggak bisa berpisah ya. Alasannya itu ya.
Heeh.
Gitu. dari Tabanan yang sebenarnya sudah enak sekali pindah ke.
Denpasar lagi. Enak. Dan bahkan sekarang ini saya memang dedikasikan hidup saya kepada cucu saya.
Oh. Jadi ada dua cucu. Siapa aja namanya?
Ee namanya Kian. Kian. Iya. Kian Devaria Dangual.
Iya. Yang kecilan namanya Kiara Devania Dangual.
Oh.
Usia berapa? Nah, yang.
Kian itu usianya.
4,5 tahun. 4,5 tahun. Yang nomor dua itu usianya.
Setahun. Oh iya. Tanggal 25 Juni ini ulang tahun ya?
Setahun. Wih, sebentar lagi ya. Iya.
Ngih. Nggih. Karena saya.
Begitu.
Mulai.
Apa ya.
Ee pasca kerja gitu ya.
Sebagai profesional gitu,.
Saya dedikasikan hidup saya ke cucu saya.
Luar biasa. supaya anak dan menantu saya.
Lebih.
Bagus waktunya.
Dalam berkarir. Wih, ini anak dan menantu yang beruntung ya.
Iya,.
Pak.
Ini dari beberapa buku yang kita sudah tahu ya, pernah ditulis oleh Anda.
Ini buku pertama nih. Iya. Nah, kalau ini sesuatu yang saya tekuni juga.
Iya. Belajar juga dulu sama almarhum Pak Yan ya.
Pak Yan. Satu perguruan dong.
Di PH ya. Iya. Nah, em ini sampai akhirnya.
Setelah ini mengeksplorasi.
Lebih ke energi. Betul ya, Pak?
Iya. Nah, dan sampai ke akhirnya buku yang terakhirnya adalah.
Hidup dalam harmoni. Iya. Nggih. Nggih.
Nah, tapi ini, Pak, yang membuat saya itu bertanya-tanya.
Karena.
Shambala multidimensional.
Healing ini sesuatu yang saya lihat itu berhubungan sama simbol, Pak.
Betul. Ya. Nah, dan saya memang sengaja request nih ke Mas Hendra.
Kalau ada Bapak pengin.
Saya yang nanya-nanya nih, karena berhubungan dengan sesuatu, kalau saya kan tarot ya.
Nah, saya pengin tahu sekali nih.
Tapi ini di antara buku yang lain.
Sepertinya memang lebih apa ya ee.
Kalau yang lain ini kan dia gambarnya benar-benar.
Seperti untuk orang awam. Kalau ini dia seperti buku disertasi gitu.
Disertasi,.
Pak. Iya. Saya ingin ee ngobrol tentang ini, tapi sebelumnya.
Ada pertanyaan-pertanyaan.
Yang apa ya menggelitik ya, terutama.
Saya ingin mengetahui.
Apa kata Pak Made tentang kalau kita sebut sebagai energi.
Nah, saya mencatat nih di sini.
Iya. Iya. Iya.
Saat Bapak misalkan mendengar atau menyebutkan kata energi,.
Terutama yang tersimpan dari trauma ya, karena saat ini memang hal itu banyak terjadi.
Apakah itu sesuatu yang diyakini benar-benar ada dan dapat diukur?
Tangible seperti itu, Pak. Atau ini itu hanya sebenarnya metafora puitis.
Untuk apa yang kita sebut sebagai rasa.
Iya. Dan.
Jika itu hanya metafora, mengapa tetap memakai bahasa yang terdengar.
Seperti sebuah atau sesuatu yang fisikal atau.
Nyata seperti itu? Iya. I oke.
Gimana, Pak? Em, kalau secara teoritis itu energi itu kan merupakan satu daya, satu ee.
Upaya.
Ya untuk melakukan sesuatu, untuk bergerak sesuatulah.
Dan itu bisa diukur.
Karena salah satu contohnya energi listrik bisa diukur enggak?
Betul. Bisa bisa bisa diukur.
Energi angin juga bisa gitu. Itu bisa diukur.
Betul. Betul. Nah,.
Yang saya.
Pahami adalah dari sekian banyak referensi.
Tentang energi itu ya.
Dalam kaitannya dengan samala itu saya.
Ee kelompokkan menjadi tiga energi.
Tiga energi. Tiga energi.
Gitu tuh. Dan sebetulnya ini bisa diukur juga nantinya kalau mau mengukurnya adalah dengan gelombang otak.
Hmm. Gitu. Di gelombang otak itu kan bisa diukur ya.
Iya. Gitu. itu bisa diukur. Termasuk juga dampak dari tekanan energi.
Kalau energi sama lainnya adalah energi yang sangat halus.
Ya.
Begitu masuk bisa jadi tekanan darah langsung menjadi stabil ya.
Hm. Gitu. Detak jantung menjadi normal.
Nah, itu kan bisa dihitung diukur juga gitu.
Nah,.
Tiga energi itu yang saya kelompokkan adalah yang berkaitan juga dengan healing gitu ya.
Kalau kita bicara healing berarti kita bicara orang yang sehat kan.
Iya gitu. tu. Nah, tapi banyak juga orang yang tidak sehat.
Ya. Awalnya kan begitu bisa ya akhirnya dia mencari healing tadi.
Iya. Yang disebut dengan sakit gitu ya.
Nah, energi yang pertama itu adalah energi daya.
Daya iya atau energi vitalitas.
Oke. Nah, energi ini yang didapat itu adalah dari makanan.
Hmm. Saripati makanan itu kan energi.
Betul. bertransportasi,.
Bertransformasi.
Ke dalam tubuh kita menjadi.
Energi yang kita yang dapat menggerakkan tubuh kita.
Oke, gitu.
Ya. Nah, itu bersumber dari makanan,.
Minuman,.
Gerak tubuh. Oke, ya. Makanya.
Kalau kita salah makan,.
Tubuh kita menjadi tidak harmonis. Betul.
Bahkan menjadi sakit dia. Betul. Betul.
Atau kita kelebihan makan sesuatu.
Oh, iya. Tidak harmonis juga. Iya.
Jadi sakit juga. atau meminum-minuman.
Yang sebetulnya.
Tidak fit dengan tubuh kita itu jadi sakit juga.
Oh, mager yang kelamaan.
Iya. Nggih. Betul. Sudah jadi lemas dan sebagainya kan gitu ya.
Nah, ini yang pertama nih energinya.
Mau minta healing gitu, saya lihat dulu nih kalau misalnya.
Hmm.
Gitu. Oke, ya. Itu yang pertama.
Yang kedua adalah saya sebut dengan energi permana.
Permana.
Iya. Energi permanen ini adalah energi yang berkaitan dengan mental.
Oke. I gitu ya.
Pikiran,.
Perasaan, emosi, dan hasrat. Hm. Gitu.
Kalau pikiran kita negatif,.
Perasaan galau enggak bergejolak.
Bergejolak gitu loh. Hasrat kita bisa meliwir enggak?
Iya, pasti meliwir.
Nah, pada saat itu.
Kondisi kita itu kan lagi negatif nih, Pak.
Lagi tidak tidak fit benar nih, ya.
Nah, ini yang menyebabkan jiwa kita jadi kotor.
Hm.
Maka jiwa yang kotor ini lebih mudah mendorong seseorang itu jadi sakit.
Oke, gitu. Nah, pada saat jiwa kita itu kotor,.
Maka ini yang akan meredupkan.
Cahaya roh. Hmm.
Cahaya ilahi atau atman di dalam tubuh kita.
Oke. Maka muncullah yang namanya iblis.
Oke. Maka orang-orang yang jiwanya kotor.
Terus e cahaya dari rohnya ini diredupkan,.
Muncul iblis, maka.
Tega menyakiti diri sendiri,.
Menyakiti orang lain,.
Gitu. Perbuatannya dari perbuatan-perbuatan.
Yang merugikan.
Rantatan sebab akibatnya itu tadi. Iya, gitu.
Nah, demikian juga sebaliknya nih.
Kalau pikiran kita ini.
Lempeng gitu ya, perasaan kita jadi tenang.
Betul. perasaan kita jadi tenang, hasrat kita menjadi terarah.
Iya. Nah, pada saat itulah jiwa kita itu jadi bersih.
Oh. Nah, jiwa yang bersih ini akan menaikkan.
Cahaya ilahi tadi. Enggh. Nah, kalau ini yang terjadi, maka muncullah yang namanya.
Hati.
Ya, kalau kita digerakkan oleh hati maka muncul.
Perilaku-perilaku.
Yang menyenangkan diri sendiri, menyenangkan orang lain.
Oh, bisa dengan membantu,.
Mencintai, kasih sayang, empati. Di sana itu muncul tuh di sana.
Makanya.
Kalau memang.
Penyakitnya yang disebabkan karena ini, maka healing kita fokuskan adalah ke mentalnya.
Oke,.
Dan yang terakhir itu adalah pranawa atau energi yang sangat berkaitan dengan hidup atau mati.
Contohnya misalnya.
Nafas.
Oke. I iya. Dan nafas ini.
Berkaitan secara langsung dengan energi kosmik.
Oke. Maka dari situ yang disebut dengan perana.
Oh. Disebut dengan ci. Iya. Ya.
I apa lagi disebut dengan.
Macam-macamlah istilahnya di situlah.
Sambala.
Nah, di sinilah letaknya nih di kosmik ini.
Oke. Gitu. Makanya.
Orang yang belajar sambalah ini yang pertama yang kita lakukan itulah acun.
Mengecun nih kayak nyari gelombang radio yang pas nih.
Iya, betul gitu.
Supaya dia bisa nangkap energi-energi kosmik nih.
Oke. Energi sambal lain nih ya.
Supaya pas nih atun-nya.
Setelah kita lakukan,.
Kita lakukan inisiasi, penyelarasan di dalam.
Hm. Penyelarasan di dalam. Oke, gitu.
Karena sumber dari energi sambala ini kan yang pertama itu adalah life force energy.
Life force. Iya. Universal life force energy.
Iya. Oke, yang perana tadi itu.
Yang perana tadi.
Yang kedua adalah asended master energy.
Oke. Energi para cahaya,.
Para ee master-master cahaya.
Yang ada di.
Universe ini. Di universe itu.
Dan yang ketiga adalah Mahatma Energy.
Mahatma itu adalah Mahatma.
Mahatma itu kan berasal dari kata Maha dan atma.
I. Atma itu kan energi yang sudah terinstall, yang sudah kita miliki.
Sejak kita lahir. Oke. Iitu.
Nah, tinggal sekarang.
Ee.
Kita tambahkan maha artinya itu adalah yang utama.
Gitu. Nah, di mana itu letaknya?
Di simpul-simpul energi dalam tubuh. Hm.
Yaitu di cakra-cakra tubuh kita itu.
Baik, gitu. Nah, yang kedua di mana lagi?
Berkaitan juga dengan di Kundalini.
Hm. Gitu.
Ini secara esoterik.
Oke. Ini secara esoterik. Iya. Iya.
I gitu. Nah, energi yang lainnya juga secara secara.
Fisiologi.
Itu kalau kita punya masalah.
Yang.
Akhirnya yang yang kerja keras itu kan ambing dala kita.
Betul. Ketakutan.
Ketakutan.
Ee keinginan bertahan yang begitu kuat gitu ya.
Nah, ini yang kita netralkan.
Gitu kan. Syaratnya kan satu nih cuman fungsinya dua.
Oke. Iya. Gitu. Fungsinya dua nih gitu loh ya.
Simpatik dan antipatik kan gitu ya.
Jadi yang kecurigaan berlebihan marah langsung itu biar menjadi tenang dia.
Gitu. Makanya pada saat kita marah organ-organ tubuh tertentu itu kan menjadi tidak berfungsi dengan bagus.
Betul gitu. Kayak misalnya.
Khawatir.
Iya.
Berarti itu kan ada ketegangan nih.
Iya ada ketegangan.
Iya tekanan darah naik gitu ya.
Ambikdala itu menjadi.
Apa? kencang dia. Jadi kencang.
Terus ee saraf-saraf yang ada di paru-paru itu juga kan kencang.
Kencang dia kan gitu ya. Nah, maka itu juga.
Berakibat saraf itu kan langsung ke lambung dia.
Oh, oke. Jadi ada sarung ke lambung maka lambunglah yang masalah.
Oh, makanya orang-orang yang kena.
Asam lambung.
Secara.
Psikologis saya bilang gitu ya. Penyebabnya itu kan karena khawatir.
Ah, gitu. Kalau kalau dia khawatir ditambah lagi dengan ketakutan,.
Maka muncullah yang namanya good. Iya, gitu.
Nah, secara healing.
Maka yang kita healing itu adalah.
Bagian ini yang ke atas,.
Gitu. Nah, secara.
Mental.
Sebetulnya.
Emosi-emosi.
Itu ada nyangkut di beberapa tempat.
Hm. Gitu. Nah, kalau saya saya sebut dengan five eh body syndrome.
Five body syndrome. Iya, five body syndrome.
Jadi itu ada lima nih. Oke.
Oke. Ada lima. Kalau yang terkena itu adalah.
Dari puserni ke atas ya itu yang disebut dengan crying syndrome.
Crying syndrome. Crying syndrome. Menangis. Eh menangis dalam artian adalah karena yang bersangkutan.
Tidak memiliki kemampuan.
Untuk mencari solusi dari masalah yang dia rasakan.
Atau dia punya kendala untuk mengekspresikan.
Ide dan pendapatnya secara baik. Nggih.
Nggih. Maka yang kena itu adalah dari puser.
Ke atas. Oke. Gitu. Misalnya nih,.
Kenapa dia marah? Karena dia tidak ada solusi.
Oke. Gitu. Kepentok gitu. Kepentok dia marah dia.
Begitu marah maka.
Salah satu organ tubuh yang dari puser ke atas ini dia kena.
Oke. Siap. Gitu. Iya. Nah, ini yang pertama nih crying syndrome ini.
Yang kedua adalah responsibility syndrome. Hm.
Di pundak.
Oh, iya. Karena merasa ada beban beban tanggung jawab.
Atau yang sering terjadi adalah sebenarnya ini bukan bukan masalah gue tapi kok gue yang kena gitu.
Iya. Iya. I itu saya akhir-akhir ini begitu Pak gitu.
Ya. Di sini nih biasanya nih mulai dari kaku pada akhirnya menjadi.
Apa? Tidak bisa digerakkan.
Iya. Betul. Iya. Nah, terus yang yang ketiga itu adalah reaching syndrome.
Reaching. Iya. Karena tangan yang mana itu?
Yang tangan dari sini nih. Dari sini ke sini nih.
Itu biasanya karena itu biasanya karena.
Semestinya hidup gue kayak begini nih, tapi kok enggak bisa.
Oh, iya. Harapan saya kayak begini nih, tapi kok enggak bisa tangan yang kena.
Iya. Iya. I apakah kesemutan,.
Sakit,.
Ya. Apalagi ditambah lagi dengan perasaan tidak aman.
Iya. Maka terjadilah kecelakaan.
Kecelakaan karena tidak bisa mengoperasikan.
Tangan ini tadi. Heeh. Karena.
Perasaan tidak aman itu yang menyebabkan dia celaka.
Dan.
Karena ada harapan yang tidak dapat dia capai yang kena itu tangan.
Nggih. Enggih. Gitu.
Oh ya. Nah itu kan ee yang keempat itu adalah yang dari puser nih sampai ke pinggulnya.
Itu apa, Pak? Itu guilty.
Guilty. Penyesalan.
Oke. Iya. Makanya orang-orang yang menyesal gitu yang yang terkena itu adalah bagian bawah yang di sini nih.
Oh, ginjal lah.
Oh, iya betul. Ee bisa jadi rahimnya juga.
Iya. Termasuk prostat di situ.
Usus juga ada. Iya. Usus sembelit juga di situ tuh.
Oh, oke. Gitu. Itu yang kena tuh.
Oke. Itu yang disebut dengan penyesalan.
Oke. Gitu. Makanya yang ee yang saya alami adalah kalau seorang wanita punya rasa dendam yang kuat terhadap seseorang.
Sering tuh kalau wanita lebih mendam ya.
Dan terjadi penyesalan yang mendalam ng maka.
Ee serviknya yang kena. Oh di organ reproduksinya itu.
Iya di situ yang kena dong.
Flight flight dari paha nih ke bawah nih.
Oh. Nah, pengalaman saya kebanyakan biasanya itu sangat berkaitan dengan keluarga.
Oh, situasi keluarga kayak begini sebetulnya saya sudah pengin mengakhiri,.
Pengin lari tapi enggak bisa gitu loh.
Maka yang kena yang kaki. Nah, ini saya pakai untuk mempermudah.
Ee di mananya nih e fokus heling-nya nih ini di mana.
Gitu dengan metode sambalai ini. Enggih.
Iya. I tapi sambalai ini sangat cerdas.
Sekalipun kita tidak melakukan healing secara parsial,.
Kita melakukannya itu dari atas gitu ya, dari kepala khususnya dari cakra.
Ee mahkotanya gitu ya, dia akan mengalir untuk mencari masalah yang yang dengan sendirinya.
Dengan sendirinya. Oh, itu cerdas diri.
Iya. Iya. I itu. Cuman.
Emosi apalagi ego, enggak bisa. Oh.
Yang mengalir itu adalah ego kita.
Oke.
Bukan energinya sambal. Oke,.
Itu adalah unconditional love. Ah, gitu.
Oke. Cinta tanpa syarat. Nggih.
Gitu. Nggih. Nggih, Pak. Sebentar, Pak.
Sebelum kita menuju ke sana, Sambala ini sebenarnya kan nama kota ya, Pak, ya?
Ada nama kota dan ada nama toko juga sekarang.
Oh, iya. Iya. Oh,.
Gitu yang jual alat-alat seperti misalnya.
Singing B dan.
Tapi itu nama kota di Tibet ya.
Tibet. Nah, karena berkaitan dengan asal-usul.
Eh asended master.
Yang menginisiasi.
Sambala yaitu ada di Tibet Saint Germain.
Oh, Saint Germain.
Yang yang mendatangi.
Dr. Armitage ya. Enggenggih itu ya.
Yang mendatangi Dr. Arm dalam meditasinya.
Untuk terlibat di dalam sebuah projek yaitu Sambala multidimensional.
Katanya didatangi berkali-kali awalnya ditolak. Iya berkali-kali ditolak gitu.
Karena awalnya.
Ee menurut ceritanya nih gitu ya.
Beliau mengatakan ini adalah projjectnya Rey gitu.
Tidak tertarik dengan reki. Oh gitu.
Tidak tertarik. Tapi kan memang banyak kesamaan ng Pak.
Banyak kesamaan.
Khususnya kalau kalau di Reki itu kan ada simbol chokurai, sehiki, hongsasisonen.
Betul. Betul. Ee sama daikomio.
I gitu. Ada beberapa simbol-simbol tambahan ya.
Nah, itu kita pakai juga di di sambala.
Oke. Tapi banyak lagi simbol yang lain.
Oh, gitu. Banyak lagi simbol yang lain.
Termasuk juga ada sonar. Nah, sonar ini bisa kita gunakan di samala ataupun kita guna ee bisa gunakan di.
Ee apa namanya? Karunaki.
Oh, oke. Gitu. Itu itu bisa gitu saling terkait dia.
Pak gitu. Termasuk juga ada beberapa simbol yang memang.
Ee belum tentu ada pada reki.
Ya. Contohnya misalnya Amsui.
Oh. Ya. Itu belum belum belum saya temukan itu.
Nggih. Gitu. Iya. Iya. Iya. Artinya ini sesuatu yang ee banyak kesamaan tapi ya memang bukan Reiki ya.
Bu. Tapi mau jawab pertanyaan yang tadi.
Em.
Itu berarti yang dinamakan energi itu memang sesuatu yang sifatnya awalnya itu tak terukur.
Tapi akhirnya jika itu terselaraskan dengan manusia.
Itu akan bisa diukur ngih. Bisa diukur seperti itu ya.
Nah, pertanyaan berikutnya nih. Tadi kan kita bicara tentang sambala.
Dan kalau kita bicara sambala terus kemudian ada ascended master dan sebagainya kita bicara tentang dimensi.
He. Nah, dimensi dalam sambala ini.
Apakah sama dengan dimensi dalam fisika yang dimensi.
Ada satu dimensional,.
Dua dimensional,.
Terus dunia kita ini three diimensional.
Dan sebagainya.
Atau dimensi yang berbeda karena kok ada ascended master.
Lalu terus kemudian.
Em ada juga spiritual guide ya atau apapun itu tadi kan.
Dan jadi pertanyaannya di sini itu ee ini tuh sebenarnya meminjam istilah dari fisika.
Atau.
Sesuatu yang memang.
Dilabelkan.
Untuk memberikan.
Wibawa.
Untuk pengalaman batin si orang yang mempelajari.
Ee sambalai itu tadi. Iya. Dan menurut Bapak bagaimana ini kita harus menarik garis karena kan fisika ini sesuatu yang ya yang.
Kita pelajari dari sangat ee ini ya sekolah sangat dasar itu ya sampai ke kuliah begitu.
Iya. ee dua-duanya masuk. Oh iya iya.
Dua-duanya masuk. Jadi.
Energi dari dari sambala ini kan sebetulnya kita juga mengakses energi antara dimensi kan.
Oh baik. Nah dimensi ini apa?
Kalau di sambal kalau kalau dimensi itu.
Kalau kalau tubuh fisik kita ini kan dimensinya ada di dimensi tiga gitu ya.
Iya betul. Nah ini juga dimensi ini juga sangat berkaitan dengan kesadaran kita.
Hm. Gitu. Sangat berkaitan dengan kesadaran kita.
Mulai dari kesadaran tujuh cakra di dalam tubuh.
Oke. Kan ada kesadaran. Kalau saya sih baginya kayak begini ya.
Ee ada tiga cakra yang di bawah, cakra dasar, ee cakra sakral.
Sama solar flexus.
Itu saya sebut sebagai ee kesadaran hewani.
Oke. Baik. Gitu. Nah, setelah lulus dari itu naik ke dalam dada di sini.
Sebagai penyeimbang antara bawah dan atas.
Oke. Ya, disebut dengan cakra jantung kan.
Oke. Nah, ini kesadaran manusia.
Gitu. Nah, dari Cakra Tenggoroknya.
Sama mahkota.
Itu adalah kesadaran spiritual.
Gitu. Sudah masuk karena intuisi dan sebagainya itu kan ada di sini ya, ada di sini.
Nah, di atas daripada itu, di atas daripada itu masih ada kesadaran-kesadaran.
Kita seperti misalnya.
Kesadaran.
Universal.
Oke, ya. Oke. Kesadaran.
Bintang-bintang.
Oke. Iya. Kosmik. Kosmik. Engih. termasuk kesadaran.
Ee galaksi.
Oke. Itu itu ada itu dimensinya sudah.
Dan sebagai manusia kita bisa mengakses itu bisa mengakses.
Tapi kita harus mempersiapkan.
Pondasi kita dari bawah. Fondasinya. Oh, nggih.
Gitu. Gak bisa langsung jemblang ke atas itu.
Enggih. Enggak gitu. Jadi kita siapkan dari.
Bawah. Kalau di bawah kuat gitu baru bisa ke atas.
Giih. Gitu.
Artinya itu gabungan.
Karena kalau yang secara fisik bisa dipegang ini kan dimensi menurut fisika nggih.
Kalau tadi itu karena kita tidak bisa.
Mengukur secara.
Visual ya atau sens kita. Artinya itu dimensi itu adalah sebenarnya memang memberikan nama terhadap.
Satu kondisi yang akhirnya.
Kita itu bisa melakukan.
Atonment tadi ya. Melakukan tuning ya Pak.
Melakukan achement gitu ya. Oke ya.
Salah satu contoh di.
Di Samala ini kita juga mempelajari satu meditasi yang namanya adalah merkaba.
Merkaba. Merkaba itu adalah bagaimana kita mengaktifkan.
Meridium energi di dalam tubuh kita.
He bawah.
Tengah dan tengah sama atas itu menjadi sebuah kendaraan energi.
Oh. Yang disebut dengan merkaba.
Ng. Kendaraan ilahi itu iya. Kendaraan ilahi itu.
Yang disebut dengan merkaba. Nah, kendaraan Merkabai ini ya bisa kita pakai untuk meningkatkan kesadaran-kesadaran.
Kita.
Under dimensi tadi. Makanya disebut kendaraan.
Mak disebut dengan kendaraan.
Nah, di antara dimensi itu kita bisa belajar.
Gitu untuk meningkatkan dan memperkuat dari kesadaran-kesadaran.
Kita. Hm. Gitu. Enggih. Enggih, Pak.
Ini menjawab nih pertanyaannya. Nah, terus tadi kan disebutkan juga kan ada.
Kita mengendarai kendaraan untuk lintas dimensi tadi kan.
Nah, lintas dimensi ini selalu cocok dengan hasil.
Apapun dan enggak pernah bisa salah.
Atau dia ini apa ya kalau kita bilang ee dia ini masih bisa menjelaskan semuanya itu atau tidak gitu.
Nah, di sini harus hati-hati tuhim.
Pada saat kita melakukan meditasi.
Kehati-hatiannya.
Apa?
Apakah yang muncul itu itu adalah intention kita?
Oh iya ya. Atau ya ini memang benar-benar pengalaman gitu.
Nah, ini kita harus bedakan.
Gitu. Makanya.
Pada saat kita sebelum meditasi.
Kita harus yakinkan diri kita.
Itu ee netral dulu. Hm. ya.
Oke. Tidak ada ego di sana, tidak ada hope itu di situ.
Gak ada.
Harapan itu tidak ada.
Labeling itu tidak ada di situ tuh ya.
Jadi kita sudah melepas semua.
Nah, setelah itu baru kita mengikutinya.
Oh, gitu. Kita mengikuti bukan kita mengendalikan.
Karena nanti kalau kita mengendalikan.
Yang terjadi adalah.
Yang kembali lagi ke itu tadi ke yang intension kita tuh.
Iya. gitu yang yang muncul gitu.
Bisa aja.
Ee munculnya itu adalah berupa cahaya-cahaya.
Seolah-olah kita melihat gitu ya, itu akan tetap sama dengan saat kita mendapatkan energi yang.
Iya. Oh, begitu.
Ee apa kita tarik energi aja dari.
Apa ya namanya tuh? Dari bawah gitu ya.
Terus naik ke sini ke.
Pitari kita itu kan sensasinya luar biasa tuh.
Kalau benar gitu loh gitu nariknya ya.
I sensasinya luar biasa. Apakah itu pengalaman?
Belum tentu juga. Hm. Gitu. Itu bisa jadi sensasi dari ee intention kita.
Dan itu harus dilepaskan.
Harus dilepas dulu. Harus dilepas dulu.
Kalau mau belajar harus cari guru.
Hm. Gitu. Enggih. Enggih. Ini makanya pertanyaan di sini atau justru kehilangan makna karena.
Ya itu tadi ini harus atau enggak pernah diuji itu tadi.
Iya. Nggih, nggih, nggih, Pak. Itu jadi mesti mesti harus.
Satu kalau saya saya cari guru, benar-benar saya cari guru.
Yang kedua saya harus tahu dulu ini lineage energi ininya seperti apa gitu.
Itu harus jelas.
Pak, line energy-nya. Nggih. Dan ini.
Agar tidak tersesat.
Kepada tadi malah intensi.
Bukan sesuatu yang memang kita cari yaitu energi.
Iya. pengalaman itu tadi. Nah, Pak.
Tradisi.
Nusantara sering menjaga yang sakral tetap sunyi.
Enggak banyak dirumuskan.
He. Oke.
Apakah.
Menamai dan menyistkan penyembuhan ke dalam metode dan level itu malah enggak beresiko.
Mengubah lelaku batin menjadi sekedar teknik?
Nah, maksud saya biasanya kan ini kan sesuatu yang mungkin datangnya bukan di Asia nggih, Pak.
Nggih. Iya. Nah, kan banyak sekali istilah teknisnya seperti itu.
Walaupun ada reiki-nya kan Jepang tuh.
Nah, cuman kan kalau kita melihat misalkan.
Di Bali atau di Jawa atau mungkin di ee daerah lain di Indonesia ini semuanya ini kan seperti.
Sesuatu yang sifatnya itu harus.
Perjalanan batin yang melewati lelaku seperti itu.
He ini kan jadi seperti ada penamaan-penamaan.
Itu enggak menghilangkan itu tadi jadinya malah jadi teknik seperti itu.
Ya memang secara modern artinya orang akan bisa mempelajari.
He gak enggak harus ee mungkin tadi seperti kalau dibilang ikut guru ikutnya tuh lama gitu.
Kalau seperti ini kalau seandainya enggak berkesempatan ketemu Pak Mandi kan akhirnya kan.
Dia bisa dengan membaca buku. Nah menurut Bapak bagaimana?
Iya gini.
Semua keilmuan itu ada tradisinya.
Gih gitu.
Jadi kita masuk ke agama juga itu kan ada tradisinya juga.
Termasuk adat juga ada tradisinya. Engih.
Termasuk juga pelajaran-pelajaran.
Spiritual.
Nusantara itu ada tradisi-tradisinya.
Gitu ya. Termasuk di Sambala ini kan juga ada tradisinya.
Iya gitu. Cuman ya.
Satu tradisi dengan tradisi yang lain kadang-kadang.
Ada keunikannya.
Iya. Ada keunikannya.
Ada juga yang ee ada similar.
Kesamaannya juga juga ada. Misalnya di di di Samala ini.
Yang kita lakukan di sana itu adalah ee memang melalui lelaku juga.
Hm. Gitu ada.
Tapi kalau di di Nusantara itu kan ada tirakat gitu ya.
Nah, di sini juga sama nih ya.
Misalnya dengan puasa.
Oh, ada juga. Iya, gitu ya.
Nah, puasa itu kan sebetulnya adalah.
Salah satu cara, salah satu teknik untuk membersihkan.
Diri kita kan. Hm.
Dan saya sering lakukan.
Water fasting.
Oke. Enggak minum.
Enggak minum. Hanya minum. Oh, water fasting tuh hanya minum.
Iya, hanya minum. Tidak makan apapun.
Tidak makan apapun. Selama.
Saya maksimum itu bisa hanya 3 hari.
Wih, 3 hari aja saya gak sanggup itu, Pak.
3 hari itu udah.
Apa? Goyang. Iya. 3 hari itu udah udah udah goyang.
Sudah mulai rasanya mual gitu ya.
Engih. Itu.
Ya. itu saya coba dan sampai sekarang saya tetap latih itu.
Oh, sampai sekarang saya tetap latih.
Artinya itu kan penguasaan cakra yang maaf hewani tadi ya itu.
Itu.
Itu termasuk.
Salah satu cara teknik adalah untuk membersihkan darah kan.
Enggih. Nah, darah itu asalnya.
Ee itu kan dari lambung kan.
Betul. Lambung itu kan dari makanan.
Betul gitu ya. Betul. Makanan itu kan ada memang dua jenis kan.
Iya. Makanan yang nyata, makanan tidak tidak nyata.
Coba itu di sambil dijelaskan yang mana nih makanan yang dua-duanya makanan yang nyata itu seperti buah, sayur dan sebagainya itu kan.
Nyata tuh ya. Yang tidak nyata itu seperti misalnya.
Rasa marah.
Oh ya itu yang disebut dengan pencernaan batin.
Oh nggih gitu. Nanti nanti saya jelaskan lah pencernaan batin itu ya.
Itu makanya kalau ada informasi begitu oh saya ee ee setelah saya mencernanya kan begitu ya.
Oh iya betul. kayak gitu kan sama dengan mengkonsumsi gitu.
Nah, rasa marah, rasa sedih, nah itu yang kita konsumsi tetap di sini ngolahnya yang di sini nih di cakra e solar.
Flexusnya.
Yang di sini ini adalah ee.
Ee api. Oh, api kita yang pakai di sini gitu supaya menjadi energi.
Ya yang bermanfaat,.
Gih. Energi yang menyehatkan.
Gitu ya. Sebentar gitu. E.
Ngombe.
I ya.
Yang solar plexus yang mencerahkan. Iya yang mencernakan itu.
Yang membakar itu kan.
Gitu ya. Nah kalau kalau usus kita itu bersih nggih ya.
Ya, darah kita itu kotor.
Salah satunya dengan puasa. Ng. Nah, di samping itu puasa itu juga adalah.
Energi kita. Nggih, gitu. Karena kalau.
Ibaratnya ginilah,.
Kalau frekuensi tubuh kita ini itu hanya tujuh, I.
Maka maksimum kita bisa ngakses energi.
Etrik itu kan hanya ditujuh kan.
Betul. Kalau lebih daripada itu, itu suaranya udah.
Ya ini apa namanya bukan yang bisa kita dengarkan.
Kayak gitu. Makanya.
Energi frekuensi tubuh ini kita kita naikkan terus nih h supaya bisa kita mengakses energi etrik yang lebih tinggi.
I gitu.
Nah, terus yang lainnya adalah ada beberapa pantangan juga sih.
Seperti itu misalnya nih.
Jangan menyakiti.
Hm. Ee kalau bekerja bekerja yang jujur.
Yang yang seperti itu gitu. Nah, tetap juga.
Apa kendalinya itu adalah di latihannya.
He. Termasuk latihan meditasinya.
Gigih. Ya, itu kan sebenarnya pertanyaannya kan ee Pak Made ini tadinya kan seorang.
HR apa direktor ya. Iya.
Kok ternyata mempelajari ini itu nyambungnya di mana malah ternyata setelah tahu ini nyambung sekali ya.
Nyambung.
Sangat nyambung.
Kalau.
Ee pada saat kita menguasai.
Metode ini gitu ya, menjadi lebih mudah kita hmm ee.
Memahami.
Manusia.
Oh, gitu. Nggih. Nggih. Nah, Pak, ini ada beberapa pertanyaan lagi.
Bila seseorang.
Membaik.
Setelah.
Sebuah sesi,.
Penjelasannya itu kan sebenarnya bisa beragam.
Yang pertama itu metodenya bekerja.
Terus kedua itu tadi efek harapan.
Dan relasi dan perhatian yang menyembuhkan.
Atau gejala yang memang.
Mereda seiring waktu.
Nah, bagaimana.
Apa ya kalau saya bilang secara jujur seperti itu ya, Bapak bisa memisahkan mana yang benar-benar.
Ini muncul karena kontribusi dari.
Sambala. Sambal gitu. Oke.
Di di Samala ini kan em.
Medianya yang saya gunakan itu kan healing.
Nah di healing ini.
Itu ada tiga tahap. Oke.
Pertama itu adalah.
Pencabutan.
Oke. Ya.
Hal-hal yang tidak digunakan itu dicabut.
Itu awalnya pasti begitu. Iya. Dicabut.
Itu dengan simbol-simbol sambal lain nih.
Nggih. Kita cabut.
Termasuk juga.
Ee kendala-kendala.
Yang dia bawa. di dalam DNA-nya.
Dari masa lalu. Nah, ini kita cabut.
Ya. Makanya ada satu simbol di sana Hongsison namanya.
Oke. Ini bisa kita.
Gunakan untuk ya bridging ke masa lalunya.
Itu berhubungan dengan leluhur dan sebagainya.
Atau berhubungan dengan leluhur.
Ee berhubungan juga.
Ee dengan ee.
Pikiran inti kita. Oke, gitu.
Nah, yang masuknya itu kan di ada di DNA kan.
Betul. Nah, ini yang kita ee pakai untuk e mencari.
Setelah itu kita bersihkan di situ.
Sambal itu bisa mengakses ke DNA juga artinya.
Heeh. Bisa. Bisa bisa mengakses ke DNA.
Bahkan bisa.
Memperbaiki.
Blueprint.
Oh, iya. Ee blueprint kita bawaan dari orang tua kita.
Bawaan dari orang tua kita. Oh, gitu.
Yang yang secara ini kan ee.
Konsep DNA itu kan sebetulnya ada ada dua ya, DNA inti sama DNA yang yang sampingan.
Kalau yang inti itu kan yang menyangkut masalah gen misalnya tinggi badan.
Iya. Kalau yang sampingan karena kehidupan.
Karena kehidupan nih ya. Yang sampingan ini yang bisa kita healing.
Gitu. Ini yang bisa kita healing.
Gitu. Termasuk juga ee saat sekarang.
Dan masa yang akan datang. Hm.
Kita kita proyeksikan.
Atau dalam istilah.
Ee hipnoterapinya.
Itu disebut dengan future facing. Oke, ya.
Nah, di sini juga kita proyeksikan.
Sampai ke masa yang tak terbatas.
Artinya lengkap ya. Di situ ada yang mirip.
Satu proses dengan hipnosis itu tadi.
Iya. Iya. Ada di situ tuh.
Nah, ini yang kita cabut-cabut nih.
Kita cabut-cabut dulu. Setelah kita cabut,.
Proses yang kedua itu adalah kita isi.
Oke, gitu ya.
Si kalau yang tadi.
Masalah sesungguhnya itu adalah pada energi.
Vitality.
Kita upayakan kebiasaan-kebiasaan.
Buruknya itu dilupakan.
Gitu. Misalnya nih kebiasaan minumnya. Nah, ini kita kita lupakan nih dengan beberapa simbol nih.
Oke, gitu. Kita hilangkan dulu. Setelah itu kita tambahkan.
Misalnya kebiasaan minum air putih. Nah, ini yang kita tambahkan di situ juga supaya dia memiliki satu kebiasaan yang baru di situ.
Bongkar pasang. Artinya bongkar pasang gitu loh.
Nah, itu.
Cabut. Setelah itu isi, setelah itu kita selaraskan.
He. Atau yang disebut dengan rekonsiliasi.
Nah, kalau ketiga hal ini dalam sebuah healing tidak ada, berarti itu bukan healing.
Oh, gitu.
Ng. Jadi,.
Tiga tahap ini harus ada nih pembedanya di situ, ya.
T. Iya. Jadi dicabut,.
Diisi, diselaraskan.
Setelah kita melakukan healing,.
Pasien itu tidak hanya sembuh, tetapi terjadi transformasi.
Terjadi perubahan,.
Gi gitu. Apakah perubahan.
Ee perilaku.
Pada akhirnya menentukan perubahan-perubahan kebiasaan hidupnya.
Jadi kita itu tidak hanya fokusnya, oh ini harus sembuh gitu,.
Tapi terjadi.
Ee perubahan transformasi.
Nggih. Dan.
Bagaimana.
Saya bisa mengetahui bahwa yang bersangkutan itu bisa.
Sembuh.
Karena ee sambala ini? Karena karena sambala.
Karena pada saat itu yang bersangkutan juga ada perubahan.
Oh, gitu. Nggih. Nggih. Nah, perubahan ini memang.
Pasti dikuat.
Metode apapun itu termasuk dokter.
Ya pasti diperkuat oleh ee kemampuan.
Ee pasiennya itu sendiri. Hm. Yaitu keyakinan.
Oke. Gitu. Nggih.
Pasti di di.
Apa? Ditunjang dengan itu juga. Nggih.
Gitu. Karena kalau tanpa yakin ya.
Ini biasanya agak tersendat.
H. J sama dengan di hipnoterapi.
Kalau kalau kalau dia tidak yakin gitu ya ini agak tersendat sekalipun itu bisa.
Betul. Iya gitu. Sekalipun itu bisa betul pasti akan lebih susah.
Lebih susah. Nggih nggih nggih Pak.
Nah ini tadi kan sudah dijawab itu.
Nah emm.
Sebentar.
Nah, apa bukti yang akan membuat ee Bapak sendiri, Pak Made sendiri ini ragu pada metode ini di awal?
Nggih, seperti itu. Jika enggak ada satuun keadaan yang bisa mengugurkannya,.
Atas dasar apa kita menyebutnya.
Pengetahuan.
Dan bukan semata keyakinan? Nah,.
Ee di awal-awal itu saya sempat.
Enggak berfungsi nih,.
Karena saya sendiri.
Pada akhirnya mestinya saya naik gitu ya.
Iya. Justru saya.
Turun lagi. Oh, gitu. Turun lagi nih.
Gitu. Saya turun lagi.
Pada saat itu.
Sampai.
Rekening saya di bank itu balance, Mas.
D,.
Oke, saya tuh nanya balance-nya balance berapa nih?
Kalau balance kan enggak mungkin kalau 0 baru balance tuh.
Iya. 0,00.
Akhirnya yang saya lakukan itu adalah introspeksi diri.
Oke, introspeksi diri.
Ee ada beberapa hal.
Yang saya lupa saya lakukan.
Jadi,.
Dari tata caranya itu ternyata.
Belum lengkap. Ada Iya, belum lengkap.
Gitu ya. Sadarnya kapan waktu itu?
Setelah saya melakukan koreksi nih. Oke, gitu ya.
Ini kira-kira.
Kenapa bisa terjadi begini nih gitu loh.
Apa yang telah saya lakukan nih se dan apa Pak yang ternyata kelupaan?
Iya. Salah satu yang saya kelupaan itu adalah.
Satu.
Ya dan dan ini yang.
Paling.
Harus diwaspadai.
Gitu ya.
Saya terlibat dengan masalahnya pasien.
Oh gitu. Jadi ada pasien kalau sakit itu kan cerita gitu masuk di sini.
Oh. Oh, ke bawah gitu. Ke bawah.
Gitu ya kan. Kalau ee Mas ini pasti tahu ya bahwa.
Ee seperti apapun kehidupan kita itu ada landasan itu kan ada tiga ya.
Hanya tiga landasannya. Boleh Pak. Apa itu?
Yang pertama.
We are attracting something happen to our life.
Oh. Kita sendiri yang menariknya.
Betul. Betul gitu. Itu untuk terjadi dalam hidup hidup-hidup kita gitu loh dengan mindset atau dengan apalah gitu ya.
Itu satu. Yang kedua adalah kita memberikan satu makna tertentu.
Beli itu dari iya dari satu situasi gitu.
Aduh ini sedih nih kasihan ini dan sebagainya gitu ya.
Dan yang ketiga baru kita bicaranya itu adalah karma.
Ngih gitu. Nah akhirnya saya ketemu nih.
Oh ini yang terjadi nih.
Saya melibatkan diri.
Kepada masalahnya.
Orang lain itu. Orang lain itu.
Gitu. Nah, mestinya sebagai seorang healer gitu ya, enggak boleh masuk ke enggak boleh masuk gitu loh ya.
Jadi memang yang kita tangani itu adalah.
Masalah yang dihadapi oleh klien.
Tapi kita di sini adalah sebagai media.
Pasien itu menyelesaikan.
Ngih gitu menyelesaikan sendiri bukan kita yang membantu bukan bukan kita gitu.
Makanya dengan dalam healing pun kerja sama antara pasien dengan saya sebagai seorang healer.
Itu sangat-sangat.
Penting.
Ya. Makanya pada saat healing pasti saya akan tanya agama dulu.
Oh sebelum sebelum sebelum healing itu.
Agamanya apa nih? Ee Islam karena itu cara melabelinya ya.
Nggih. Beda. Beda nanti. Oke. Nanti selama selama sesi berlangsung.
Silakan.
Lafalkan.
Alfatihah dalam hati ngih gitu. I kalau misalnya Hindu.
Ee apa ee gayatri.
I.
Jadi ini sangat mendukung supaya dia itu bisa fokus gitu loh dan bisa meningkatkan keyakinannya.
Bahwa mendapatkan kesembuhan itu dari semesta.
Nggih. Nggih. Nggih. Nggih. Gitu.
Itu yang harus kita kita waspadai.
Dan yang kedua adalah.
Ya setelah saya selesai melakukan healing itu, saya tidak melakukan pemutusan energi etrik.
Hmm. Itu masih terikat ngih gitu loh.
Makanya seorang healer ada yang membawa selalu alkohol.
Oh. Ya. Cuci tangan.
Iya kan? Nah, ini kan salah satu cara bagaimana kita memutus energi etrik.
Betul. Yang tadinya itu terjadi.
Iya. Ee apa ya namanya tuh ee apa namanya?
Pertukaran penyelarasan.
Terjadi penyelarasan.
Nah, ini gitu yang kita harus.
Putus.
Gitu. Nah, di Sambala ini ada satu atau beberapa.
Ee simbol yang bisa kita gunakan untuk memutus itu.
Oh, gitu. Nah, itu dulu yang saya tidak lakukan lupa.
Oh, jadi termasuk di dalamnya itu ee energi dari.
Klien ini tadi nempel ke Bapak gitu.
Iya, nempel ke saya. Oh. Dan yang ketiga adalah.
Kan begini, pada saat saya.
Mendapatkan.
V misalnya gitu ya, dari healing.
Kan sebetulnya tidak semua V itu milik saya.
Karena ada sebagian itu sesungguhnya adalah dititipkan oleh alam.
Karena itu adalah milik orang lain.
Oh, oke. Gitu. Nah, ini yang lupa saya lakukan.
I ya. Kalau secara.
Secara agama apakah itu disebut dengan punya atau itu disebut dengan zakat zakat atau persepuluhan dan lain sebagainya lah gitu loh.
Atau pemberian-pemberian.
Pemberian-pemberian.
Tertentulah gitu loh yang ya yang ya kita bisa salah.